Dumai, 15 Maret 2015

by 10:29 AM 0 comments
aku bercerita dengan lembayung angin, berdesir sabar untuk senantiasa mendengar. meski percaya akan banyaknya badai dan angin kencang diluar sana, tapi tak sedikitpun membuat aku bimbang. aku bercerita dengan kucir air, mengalir, dan akan terus menuju muara kanca.

giliran aku merasa resah, resah oleh akar disetiap tabir yang mencoba untuk mengelak, mencoba untuk mangkir dengan kenyataan yang ada, disaat itu aku ditampar oleh fakta yang ada.

aku punya dinding dan batas untuk bercerita semua kemeraka, tak kira dia itu siapa, itu semua karena aku tidak mudah percaya, biarlah cukup aku yang punya cerita, punya jalan untuk merasa. karena percuma jika mereka tau, jika ia sekalipun itu terjadi, percayalah mereka akan segera melupakannya.

kepercayaan adalah harga mati. jadi, ketika aku berani berkata banyak, jangan sekalipun kau buat dusta, aku melihat dan aku mendengar, ah tapi mungkin mereka juga lupa bahwa aku masih punya rasa.

cukuplah angin dan air yang menjadi pendengar, yang setia, untuk disetiap desahan dan aliran sabda para dewa.


#dewiKSN

Dewi Karyawati Sriningsih

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 comments:

Post a Comment